Selamat Datang!
  • Bundaran Kota Mataram

  • Pendopo Kota Mataram

  • Kota Tua Mataram

  • Bundaran Eks Bandara Selaparang

  • Taman Udayana

  • Penghargaan Adipura

  • Munas Akkopsi (Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi)

  • Taman Selagalas

  • Festival Keraton dan Masyarakat (FKMA) Asia Tenggara II

  • Taman Loang Baloq

  • Taman Sangkareang

  • Green Belt - Taman Udayana

  • Taman Tugu Udayana

  • Taman Beringin

Jumat, 25 April 2014
Mari Kita Wujudkan Kota Mataram Yang Maju, Religius dan Berbudaya
PEMKOT MATARAM BERKOMITMEN TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN
Dipublikasikan : 21 Maret 2013

Keseriusan dan semangat merupakan modal utama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Mataram. Pernyataan itu dilontarkan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Mataram di ruang kenari kantor Walikota Mataram, Kamis (14/3).

     Wakil Walikota yang juga menjabat sebagai Ketua TKPK Kota Mataram mengatakan, sekitar akhir tahun 2011 lalu, Pemkot Mataram telah menandatangani MoU kesepakatan dengan Pemerintah Propinsi NTB, yang berkomitmen untu menurunkan angka kemiskinan sebesar 3 persen setiap tahunnya. Pasalnya dari hasil survei data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan hanya mampu ditekan sebesar 0,8 persen pada tahun 2008-2010.

     “Dengan berbagai program yang telah dilakukan, seharusnya angka kemiskinan bisa ditekan lebih dari jumlah itu,” katanya.

     Untuk diketahui,  tingkat kemiskinan di Kota Mataram mencapai 14,44 persen dari total jumlah penduduk mencapai 426.040 jiwa. Kendati angka kemiskinan di Kota Mataram berada di bawah angka kemiskinan propinsi NTB mencapi 21,58 persen, namun Kota Mataram masih di atas tingkat kemiskinan Nasional yang mencapai 13,33 persen. “Untuk itu, keseriusan dan semangat kita bersama menurunkan angka kemiskinan sangat dibutuhkan,” tegasnya lagi.

Terkait dengan itu sambung Wakil Walikota Mataram berhadap, out put dari hasil rakor TKPK ini, mampu menghasilkan berbagai formula yang dapat menjadi program upaya penanggulangan kemiskinan, sehingga program  akselerasi penanggulangan kemiskinan dapat berjalan dengan baik dan tingkat kemiskinan di Kota Mataram bisa segera tuntas.

     Diakuinya, tingginya angka kemiskinan di Kota Mataram disebabkan karena berbagai faktor, salah satunya tingkat urbanisasi yang cukup tinggi. “Namun hal ini tidak dapat dihindari sebagai salah satu risiko dari sebuah ibukota propinsi, dan itu tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Mataram agar saudara-saudara kita bisa hidup aman, nyaman, layak dan mandiri,” ingatnya.

     Sebelumnya dalam laporannya, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, kegiatan rakor TKPK ini dimaksudkan untuk mensinkronkan upaya penanggulangan kemiskinan dengan target program yang jelas dan terukur. Selain itu memperkuat kapasitas, kondisi serta rumusan upaya penanggulangan kemiskinan serta meningaktan koordinasi dengan SKPD untuk mendukung komitmen percepatan pembangunan bagi masyarakat Kota Mataram.

     Kegiatan rakor TKPK ini berlangsung sehari, diikuti oleh semua kepala SKPD lingkup Pemkot Mataram, BPS, PKK, ASKES, LSM dan pihak-pihak terkait lainnya.  Bahkan pihak Bappeda mendatangkan nara sumber dari Ketua Pokja Advokasi Tim Penggulangan Kemiskinan Pusat M. Arif Tasrif. (nir/nyem foto humas)



Sumber :