Selamat Datang!
  • Taman Teruna Dedare Mataram

  • Pendopo Kota Mataram

  • Kota Tua Mataram

  • Bundaran Eks Bandara Selaparang

  • Taman Udayana

  • MATARAM JAMAN DULU

  • KANTOR WALIKOTA

  • Taman Selagalas

  • HUT KOTA MATARAM KE-21

  • Pantai Ampenan

  • Taman Loang Baloq

  • Taman Sangkareang

  • Green Belt - Taman Udayana

  • Taman Tugu Udayana

  • Taman Beringin

  • Taman Adipura Malomba

  • Taman Sangkareang

  • Taman Mayura

Minggu, 23 November 2014
Pengaduan Masyarakat melalui SMS Center kirim ke Nomor 0811388444; khusus pengaduan Pelayanan Publik mengunakan format Ketik PUBLIK#isi pengaduan dan kirim ke Nomor 0811388444
DINAS KEBERSIHAN KOTA MATARAM
  • Profil
  • Gambaran Umum
  • TUPOKSI
  • Struktur Organisasi
  • Visi & Misi
  • Program Kerja
Alamat  : Jl. Sandubaya No. 86 Mataram
Telepon : (0370) 672232
email    : kebersihan@mataramkota.go.id

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Asal timbulan sampah (sumber sampah) diantaranya dari rumah tangga, perdagangan dan perkantoran, sekolah, jalan raya, industri, sisa bangunan dan konstruksi gedung, pertambangan, perternakan dan perikanan.

Jenis sampah dibedakan atas 3 (tiga) macam, pertama sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, perternakan, rumah tangga atau lainnya. Sampah ini dengan mudah terurai/terdegradasi membusuk dan hancur secara alami seperti sisa makanan, sayuran, dedaunan, kulit buah dan sebagainya dan dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Kedua, sampah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi atau dari     proses industri. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, plastik wadah pembungkus makanan, kertas, karton dan kaleng. Sampah ini lalu dijual untuk dijadikan produk lainnya. Ketiga, sampah limbah B3 yaitu sampah yang berasal dari sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencamari lingkungan hidup dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Disisi lain, perkembangan dan pertumbuhan penduduk Kota Mataram terus bertambah dengan kepadatan penduduk menurut sensus penduduk tahun 2010 mencapai ±6.572 jiwa/km2 atau sebanyak ±402.843 jiwa. Perkiraan produksi sampah tahun 2011 per-hari adalah sebanyak ± 1.210 m³ dihitung atas dasar klasifikasi kota dan jumlah penduduk. Kota Mataram termasuk klasifikasi kota sedang , menurut SNI 19-3983-1995 besaran timbulan sampah (2,75 – 3,25) l/org/hr atau (0,700 – 0,800)kg/org/hr dengan komposisi ± 73,52 % merupakan sampah organik dan ± 26,48 % merupakan sampah anorganik.

Jumlah sampah yang terus meningkat dan diikuti dengan ketersediaan lahan kosong yang terus berkurang telah membawa tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Mataram. Dinas kebersihan sebagai unsur pelaksana teknis yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang kebersihan adalah sebuah unit yang bertugas menyelenggarakan aktivitas kegiatan kebersihan demi terciptanya Kota Mataram dengan lingkungan pemukiman yang sehat dan bersih dari sampah. Dalam perjalanannya dimulai sejak Kota Mataram sebagai Kota Administratif (KOTIF) yang saat itu disebut Suku Dinas Kebersihan Kota Administratif Mataram (Sudin Kebersihan Kotif Mataram).

Penanganan sampah di wilayah Kota Mataram telah dilaksanakan sejak tahun 1978, yaitu : berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 21 tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Mataram dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 tahun 1978 tentang Pola Organisasi Pemerintah Wilayah Kota Administratif Mataram Jo Keputusan Gubernur Kdh. Tk. I NTB Nomor : 132 tahun 1989 ditetapkan satuan-satuan kerja pada pemerintah Kota Administratif Mataram, sebagai pelaksana teknis, antara lain ; Suku Dinas Kebersihan. Berdasarkan aspirasi masyarakat dan Pemda Tk. II Lombok Barat dan didukung sepenuhnya oleh Pemda Tk. I NTB, Pemerintah Pusat (Departemen Dalam Negeri, DPR RI Komisi II) ditingkatkan statusnya dari Kota Administratif menjadi Kotamadya Tk. II dengan ditetapkannya UU Nomor 4 tahun 1993 tantang Pembentukan Kotamadya Dati II Mataram diikuti dengan terbentuknya kelengkapan perangkat pemerintah Kotamadya Dati II Mataram antara lain : Dinas Kebersihan Kodya Dati II Mataram dengan SK Gubernur Kdh. Tk. I Nusa Tenggara Barat Nomor : 478 tahun 1993. Dengan  diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999  dilakukan penataan perangkat daerah( sesuai SE. Mendagri No.061/729/SJ tanggal 21 Maret 1999) yang berakhir bulan Mei 2001;  dimana Dinas Kebersihan Kodya Dati II Mataram menjadi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mataram. Seiring waktu berjalan  dan diberlakukannya UU No.32 Tahun 2004 serta melihat pertumbuhan Kota Mataram kembali terjadi penataan kelembagaan dengan dibentuknya Dinas Pertamanan terpisah dari Dinas Kebersihan dan  terakhir dengan diberlakukannya PP Nomor : 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang diimplementasikan dalam Perda Kota Mataram Nomor : 5 tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram, salah satu diantaranya Dinas Kebersihan Kot Mataram. Kini, sejak berdiri sampai dengan sekarang Dinas Kebersihan Kota Mataram sudah mengalami pergantian Kepala Dinas sebanyak 5 (lima) kali yaitu :

  1. Drs Sanif (1993-1997)
  2. Drs. Zulkifli (1997-2001)
  3. H. Tamsir, S.Sos (2001-2008)
  4. L. Sofyan Arsyad, SE (2008 – 2011)
  5. Ir. Dedy Supriady, SH (2011 – sekarang)

 

 

 

Dinas Kebersihan sebagai sebuah unit organisasi yang memiliki fungsi melaksanakan kegiatan pelayanan kebersihan kepada masyarakat. Dalam Peraturan Walikota Mataram Nomor : 19/PERT/2008 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kebersihan Kota Mataram, dinyatakan bahwa Dinas Kebersihan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kebersihan
  2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang kebersihan
  3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kebersihan

Dengan bentuk-bentuk kegiatan berupa:

  1. Penyusunan program kerja di bidang kebersihan.
  2. Penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di bidang kebersihan.
  3. Bimbingan penyuluhan kepada masyarakat untuk peran serta dalam memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan.
  4. Pelayanan kebersihan dan jasa penyedotan air limbah kepada masyarakat, instansi pemerintah dan swasta.
  5. Pemungutan Retribusi terhadap jasa pelayanan kebersihan baik langsung maupun tidak langsung dan penyedotan kakus.
  6. Pemberdayaan masyarakat di bidang kebersihan.
  7. Pengelolaan dukungan teknis dan administrasi.
  8. Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan dinas.

Secara garis besar dapat dinyatakan bahwa tugas pokok dan fungsi Dinas Kebersihan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang kebersihan yaitu : “Pelayanan terhadap pengelolaan sampah dan pelayanan terhadap pengelolaan air limbah/tinja”.

 

 

Seperti halnya dengan Kepala Dinas, struktur organisasi Dinas Kebersihan Kota Mataram juga terus mengalami perubahan sesuai kondisi yang berkembang. Struktur Organisasi Dinas Kebersihan Kota Mataram yang terakhir adalah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor : 5 tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram 

Struktur Organisasi  Dinas Kebersihan Kota Mataram sebagai berikut :

a. Unsur Pimpinan adalah : Kepala Dinas

b. Unsur Pembantu Pimpinan adalah Sekretariat terdiri dari :

  • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
  • Sub Bagian Keuangan
  • Sub Bagian Perencanaan

c. Unsur Pelaksanaan adalah : Sub Bidang terdiri dari :

  1.Bidang Pelayanan Kebersihan membawahi  :

  • Seksi Operasional Pelayanan Kebersihan.
  • Seksi Pemeliharaan Peralatan dan Angkutan
  • Seksi Pengelolaan Air Limbah dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS)

  2.Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Kebersihan membawahi :

  • Seksi Sarana Kebersihan
  • Seksi Prasarana Kebersihan

  3.Bidang Pengembangan Peran Serta Masyarakat (PSM) membawahi  :

  • Seksi Informasi, Bimbingan dan Penyuluhan
  • Seksi Kemitraan dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat 

 

 

 

Visi Dinas Kebersihan Kota Mataram 

“Terwujudnya Mataram sebagai Kota  yang bersih dari sampah dan berwawasan lingkungan”.

Untuk mewujudkan visi maka dirumuskan beberapa misi

MISI Dinas Kebersihan Kota Mataram 

  1. Mengurangi tibulan sampah
  2. Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kebersihan
  3. Memberdayakan masyarakat dan meningkatkan peran aktif swasta dalam pengelolaan persampahan
  4. Meningkatkan kualitas SDM dan sarana prasarana kebersihan
  5. Meningkatkan sistem kinerja pengelolaan persampahan

Program – program yang dilaksanakan :

  1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
  2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
  3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
  4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
  5. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan.

 

PENGELOLAAN SAMPAH SAAT INI

Dinas Kebersihan menyadari bahwa pada saat ini paradigma dan tuntutan masyarakat  sangat berbeda, tantangan ke depan makin berat, kemampuan Sumber Daya Manusia pun harus ditingkatkan berikut dukungan sarananya. Untuk diketahui perkiraan produksi sampah per-hari adalah sebanyak ± 1.210 m³ dihitung atas dasar klasifikasi kota dan jumlah penduduk. Kota Mataram termasuk klasifikasi kota sedang, menurut SNI 19-3983-1995 besaran timbulan sampah 2,75 - 3,25 l/org/hr atau 0,700 - 0,800 kg/org/hr sedangkan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2010 sebanyak 402.843 jiwa. 

Sisa sampah yang tidak terangkut ke TPA sebanyak ± 442 m³ per- hari ( ± 36,53 % dari total produksi sampah ± 1.210 m³ per-hari ) dimana sisa ini sebagian kecil saja yang dimanfaatkan oleh warga kota melalui kegiatan : Pemanfaatan ( Reduce ) , kegiatan mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, Penggunaan  kembali ( Reuse ) , kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai agar tidak menjadi sampah. Pendauran Ulang ( Recycle ) , kegiatan mengelola sampah untuk dijadikan produksi baru. Di masyarakat kegiatan ini dilakukan berupa: pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, dan sampah anorganik menjadi hasil kerajinan baik dilakukan secara peorangan maupun kelompok seperti :

  • APPLH (Asosiasi Perempuan Peduli Lingkungan Hidup) dalam hal pemanfatan sampah anorganik khususnya plastik.

  • TPST Agro Lestari; berperan dalam hal pembuatan kompos.

  • Balai Kertas; dalam hal pemafaatan sampah kertas.

  • Gapoktan Muda Kreatif; berperan dalam hal pembuatan kompos.

  • Temon Design; berperan dalam hal kerajinan dari pelepah pisang dan kain bekas.

 

KEGIATAN PENANGANAN SAMPAH

Pengumpulan

Penghasil sampah akan mengumpulkan sampah pada tempat-tempat sampah mereka sendiri dan/atau membawanya ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Proses pengumpulan sampah dari rumah tangga ke TPS dilakukan oleh petugas informal yang dibayar ileh penghasil sampah. Petugas ini biasanya dikoordinasikan oleh Kepala Lingkungan/RT setempat.

 Pengumpulan sampah pada ruas-ruas jalan utama dilakukan dengan teknik penyapuan. Penyapuan dilakukan setiap hari oleh petugas Dinas Kebersihan yang dibagi dalam 2 (dua) shift, setiap orang petugas menyapu 500 meter panjang jalan, pagi mulai jam 05.30-07-30, sore mulai jam 16.00-18.00.

Dalam hal pengumpulan sampah melalui TPS, dikenal beberapa bentuk, seperti :

  1. Pool gerobak dalah lokasi yang ditetapkan sebagai tempat kumpulan gerobak-gerobak yang berisi sampah selanjutnya diangkut dengan dump truck.

  2. Transfer depo adalah suatu bangunan yang dilengkapi dengan bagian tempat pengumpulan sampah, rumah jaga dan air bersih.

  3. Bak kontainer adalah salah satu bagian belakang badan truck sampah yang ditempatkan pada suatu lokasi.

  4. TPS berupa bangunan dari pasangan bata/beton.

  5. Mini bin kontainer adalah tempat pengumpulan berupa tong yang dibuat dari besi.

 

Pengangkutan

Pengangkutan sampah dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Pengankutan secara langsung adalah pengangkutan dari sumber sampah langsung ke TPA, sedangkan secara tidak langsung adalah sampah yang berasal dari sumber sampah diangkut ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) terlebih dahulu, baru selanjutnya diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gapuk.

Sarana angkutan sampah yang digunakan antara lain :

a.  Sarana angkutan sampah secara tidk langsung

  • Gerobak sampah

  • Becak sampah

  • Motor sampah

  • Kendaraan open pick up

b.  Sarana angkutan sampah secara langsung

  • Dump truck (ukuran 8m3)

  • Truk arm roll (ukuran 6-8m3)

Pengangkutan sampah sepenuhnya dilakukan oleh Dinas Kebersihan dengan ritasi, dump truck = 1 kali, truck arm roll = 4 kali setiap hari. Untuk tertibnya pengangkutan sampah telah diterbitkan Keputusan Walikota Mataram Nomor 518/VIII/2011 tentang Jam dan Jalur Pengangkutan Sampah di Kota Mataram. Jumlah sampah yang terangkut ke TPA baik secara reguler maupun khusus berdasarkan jumlah sarana angkutan adalah sebanyak ± 768 m³ per-hari ( ± 63,47 %  dari total produksi sampah ± 1.210 m³ per-hari )

 

Pemrosesan

Semua sampah diangkut ke Tempat Pemrosen Akhir (TPA) Gapuk kecuali sebgian kecil yang dimanfaatkan. Pemrosesan dilakukan dengan sistem sanitary land fill. TPA gapuk desa Suka makmur Kecapatan Gerung Kabupaten Lombok Barat yang terletak ±29 km dari Kota Mataram merupakan TPA bersama antara Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, luas lahan yag ada saat ini ± 8,6 ha dengan rincian :

  • Untuk IPLT dan fasilitasnya ± 2 ha.

  • Untuk kolan lindi dan fasilitas pendukung lainnya ± 1,6 ha.

  • Untuk zona penimbunan sampah ± 5 ha yang terbagi dalam 4 (empat) blok

Pada zona penimbunan ini, tanah dasar dan dinding dilapisi dengan plastik membran yang berfungsi sebagai pelindung tanah dari pencemaran, juga dilengkapi dengan jaringan untuk mengalirkan air lindi (air yang dihasilkan oleh sampah) ke kolam pengolahan air lindi dan jaringan untuk penghawaan/penyaluran gas yang berfungsi sebagai penangkal terjadinya ledakan akibat gas yang dihasilkan oleh sampah.

Proses penimbunan yang dilakukan sebagai berikut :

Sampah yang dibuang oleh dump truck diratakan dan dipadatkan menggunakan alat bulldozzer dengan ketebalan ± 1,25 meter, kemudian ditimbun dengan tanah dengan ketebalan 15 cm. sampan saat ini ketinggian urugan dari tanah dasar sudah mencapi 15 meter  dan  pada  akhir

 penimbunan akan mencapai ± 25 meter

gambar Pemrosesan Sampah di TPA Gapuk