Proyek Jembatan Dasan Agung, Pemkot Telusuri Keterlibatan Oknum PNS

Administrator Monday, 18 Desember 2017 : 15:06:40 WIB Daya Saing 0 Komentar 278 Kali
Proyek Jembatan Dasan Agung, Pemkot Telusuri Keterlibatan Oknum PNS

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah nama disebut – sebut terlibat dalam dugaan pengaturan proyek jembatan Dasan Agung, mulai dari perencanaan hingga tanda tangan kontrak. Termasuk keterlibatan ASN disebut oleh Badan Pimpinan Cabang Gapensi Lombok Barat. Keterlibatan oknum ASN ini akan segera ditelusuri.

Penelusuran kasus itu menurut Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., tentu berdasarkan norma. Pemerintah akan mendalami persoalan itu bilamana ada bukti kuat keterlibatan oknum ASN dimaksud. “Kita akan telusuri kalau ada bukti,” kata Wartan, Jumat, 15 Desember 2017.

 

Sepanjang bukti itu benar dan setelah dikonfrontir ke bersangkutan, Pemkot akan mengambil sikap dengan menindak yang bersangkutan berdasarkan aturan Undang – Undang ASN. “Jelas nanti kita tindak berdasarkan aturan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, hari ini (kemarin,red) pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan pengawas dan rekanan turun bersama menghitung hasil pekerjaan. Dari hasil perhitungan itu tidak ada ditemukan kerugian negara.

 

Dia mengklarifikasi bahwa pemerintah sebenarnya tidak mem-blacklist rekanan. Putus kontrak itu tak harus di-blacklist, tergantung kondisi perusahaan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, ada kewenangan memberikan tambahan pekerjaan selama 50 hari. Dengan defiasi tinggi dikhawatirkan tidak bisa selesai. “Memang ada tambahan waktu. Defiasinya sangat tinggi. Khawatir juga tidak bisa selesai. Kontraktor juga dikenakan denda,” kata dia.Terhadap tindaklanjut pembangunan jembatan tersebut, PUPR kembali menganggarkan Rp 1,9 miliar di 2018. Dan, lelang dimulai awal tahun. “Nanti ditender ulang,” tambahnya. Indikasi adanya pinjam bendara serta keterlibatan oknum di proyek itu. Mahmuddin menyebut itu urusan internal perusahaan. Pihaknya tidak terlibat dalam urusan itu. (cem)

0 Komentar

Tambahkan Komentar

Recent Post

Arsip Berita