1. SEJARAH SINGKAT 
 
Ampenan adalah sebuah kecamatan di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Daerah ini dahulunya merupakan pusat kota di Pulau Lombok. Di sebelah barat berbatasan dengan Selat Lombok (laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali). Di kecamatan ini terdapat peninggalan kota tua karena dahulunya merupakan pelabuhan utama daerah Lombok.

Terdapat banyak kampung yang merupakan perwujudan dari berbagai suku bangsa di Indonesia diantaranya Kampung Tionghoa, Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Banjar, Kampung Arab, Kampung Bali dll, sehingga masyarakat yang ada di sini bersifat heterogen dan rukun.
Sementara itu, Banyak sumber mengatakan bahwa istilah Ampenan berasal dari Kata Ampen - Benang, yang berarti tempat/alat pancing, merujuk pada istilah itu, tak heran jika memang dahulu kala Ampenan dikenal sebagai daerah pantai yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar, sehingga kemudian dijadikan Pelabuhan Utama di Daerah Lombok.
 
2. GAMBARAN UMUM

Kecamatan Ampenan adalah salah satu dari 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram, dan merupakan Kecamatan tertua sebelum mengingat daerah ini dahulunya merupakan pusat kota di Pulau Lombok. Di sebelah barat berbatasan dengan Selat Lombok. Dan di kecamatan ini terdapat peninggalan kota tua karena dahulunya merupakan pelabuhan utama daerah Lombok.

Pada tahun 2007, Pemerintah Kota Mataram melakukan Pemekaran kepada seluruh Kecamatan dan Kelurahan se Kota Mataram, dimana Kecamatan Ampenan terbagi menjadi 2 Kecamatan, yaitu kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Selanjutnya Kecamatan Ampenan membawahi wilayah 10 Kelurahan, diantaranya Kelurahan Taman Sari, Kelurahan Ampenan Selatan, Kelurahan Banjar, Kelurahan Ampenan Utara, Kelurahan Bintaro, Kelurahan Dayan Peken, Kelurahan Ampenan Utara, Kelurahan Pejeruk, Kelurahan Kebon Sari, dan Kelurahan Pejarakan Karya 

Kecamatan ampenan memiliki luas wilayah sebesar 946.000 ha, yang terbagi kedalam masing-masing kelurahan. Luas Kecamatan Ampenan secara rinci dapat dilihat pada grafik berikut:
  

Kecamatan Ampenan tergolong sebagai kecamatan dengan topografi dataran rendah, hal ini mengingat wilayah Kecamatan Ampenan memiliki kawasan pantai dengan panjang garis pantai mencapai + 7 km2, yang melintasi kelurahan Ampenan Selatan, Kelurahan Banjar, Kelurahan Ampenan Tengah dan Kelurahan Bintaro.

3. PEMERINTAHAN

Pemerintahan Kecamatan Ampenan terdiridari 10 Kelurahan, 55 Lingkungan dan 296 Rukun Tetangga. Lingkungan  adalah bagian dari wilayah kerja Lurah dan merupakan lembaga yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat, adapun penentuan jumlah Lingkungan dan RT masing-masing Kelurahan disesuaikan dengan luas wilayah, kondisi geografis dan sosial budaya masyarakat, serta dan jumlah penduduk masing-masing. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah lingkungan dari masing-masing kelurahan dapat dilihat table berikut:

Selanjunya dalam rangka optimaslisasi pelayanan administrasi, Pemerintah Kecamatan Ampenan dilengkapi dengan Perangkat Pegawai Negeri sebanyak 18 orang dengan rincian sebagai berikut:

 

Jumlah PNS Kecamatan   : 14 Orang

Jumlah PNS Gol  IV          :   1 Orang

Jumlah PNS Gol  III          :   9 Orang

Jumlah PNS Gol  II           :   5 Orang

Jumlah PNS SLTA            :   6 Orang

Jumlah PNS Diploma III   :   2 Orang

Jumlah PNS S1                :   6 Orang

 

4. KEPENDUDUKAN

Masyarakat di Kecamatan Ampenan tergolong sangat heterogen, hal ini dapat dibuktikan denganbanyaknya kampung yang merupakan perwujudan dari berbagai suku bangsa di Indonesia diantaranya Kampung Tionghoa, Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Banjar, Kampung Arab, Kampung Bali dll, meskipun begitu masyarakat ampenan dapat hidup rukun dan menghormati perbedaan antar sesamanya.
  

 

 

Berdarasakan table diatas, dapat kita simpulkan bahwa tingkat kepadatan penduduk Kecamatan Ampenan lumayan tinggi, jika dibandingkan dengan Luas Wilayah Kecamatan Ampenan, yaitu sebesar 1 : 0.1 Km2. 

 

Adapun sebaran penduduk berdasarkan Kelompok Usia lebih jelasnya dapat dilihat table berikut ini:

  

 

 

5.  PENDIDIKAN

Tingkat pendidikan masyarakat Kecamatan Ampenan  pada tahun 2014 tergolongc ukup tinggi, dimana hal ini dapat dilihat dari Jumlah Penduduk Kecamatan Ampenan menurut Tingkat Pendidikan, secara rinci dapat dilihat table berikut:
  

 
6.  SOSIAL EKONOMI

Sejarah Kecamatan Ampenan yang merupakan Kota Tua di Lombok menjelaskan pada kita bahwa di Ampenan tidak hanya meninggalkan bangunan tua saja, melainkan representasi dari akulturasi budaya dan etnis yang ada di wilayah Lombok. Ini terbukti dari terdapat banyaknya kampung yang merupakan perwujudan dari berbagai suku bangsa di Indonesia diantaranya Kampung Tionghoa, Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Banjar, Kampung Arab, Kampung Bali dll, sehingga masyarakat yang ada di sini bersifat heterogen dan rukun, bahkan keberagaman etnis maupun agama tersebut  terwakili dengan adanya berbagai rumah ibadah sebagai represntasi dari pemeluk agama yang ada dan bermukim di Ampenan. 

Secara Rinci Penduduk Kecamatan Ampenan berdasarkan Agama dapat dilihat pada table berikut: 

 

 

 

 

Sebagai bekas Kota Pelabuhan Tua, tentunya Wilayah Ampenen juga merupakan Kota dengan julukan Pusat Perniagaan, namun seiring dengan perkembangan Kota Mataram, Kawasan Perniagaan Kota Mataram dipndah ke Kecamatan Lainnya di Kota Mataram, sementara Kawasan Perniagaan Ampenan menjadi Pusat Rekreasi Kota Tua Mataram, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun dari mancanegara. 

Sebagai upaya Pemerintah Kota Mataram dalam menjadikan Ampenan sebagai kawasan Wisata Kota Tua, tentunya banyak hal yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah, baik melalui Penataan Infrastruktur, sampai dengan upaya mencari Investor untuk berkerjasama membangun kembali kawasan Kota Tua Ampenan. 

 

Disisi lain, wilayah Ampenan, dengan karakteristik wilayah pantai tentunya memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan panjang garis pantai + 11 Km. sehingga terdapat masyarakat Ampenan yang berprofesi sebagai Nelayan dan Buruh Nelayan. Selain itu keberadaan Pasar Induk Kebon Roek dan Pasar ACC di Wilayah Kecamatan Ampenan, juga merupakan kontribusi besar bagi okupasi penduduk di wilayah ini. Secara rinci Jenis pekerjaan penduduk Kecamatan Ampenan dapat dilihat pada table berikut
 


 

7. FISIK, SARANA DAN PRASARANA

Keberadaan Infrastruktur sarana dan prasarana merupakan syarat utama dari kehidupan bermasyarakat, baik sarana kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan jalan, adalah merpakan hak masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.  

Di Kecamatan Ampenan, terdapat beberapa sarana dan prasarana penunjang kehidupan masyarakat, diantaranya adalah:
  

 

 

 

  • Halaman :  

Agenda Kegiatan

Banner Link

Website Resmi LPSE Kota MataramRencana Umum Pengadaan Kota Mataram Perwal Tata Naskah Dinas Pemerintah Kota MataramWebsite Sistem Informasi Publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota MataramPERATURAN WALIKOTA MATARAM TENTANG KODE ETIK ASNROAD MAP RB KOTA MATARAMBUKU STANDAR HARGA KOTA MATARAM TAHUN 2017Surat Edaran Libur Nasional 2017Edaran Cuti Tahun 2017Website Pengaduan Online RakyatPot n Plot Smart CitySSH Kota Mataram Tahun 2018Logo HUT NTB 2017Website Elektronik Warta Kota Mataram

Polling

Apakah informasi di Website Kota Mataram bermanfaat menurut anda?
Bermanfaat Sekali
Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kurang Bermanfaat

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 4,996 Visit
Kemarin : 5,584 Visit
Bulan Ini : 98,802 Visit
Tahun Ini : 544,994 Visit
Total : 547,714 Visit
Detail Statistik