Selamat Datang!
  • Taman Teruna Dedare Mataram

  • Pendopo Kota Mataram

  • Kota Tua Mataram

  • Bundaran Eks Bandara Selaparang

  • Taman Udayana

  • MATARAM JAMAN DULU

  • KANTOR WALIKOTA

  • Taman Selagalas

  • HUT KOTA MATARAM KE-21

  • Pantai Ampenan

  • Taman Loang Baloq

  • Taman Sangkareang

  • Green Belt - Taman Udayana

  • Taman Tugu Udayana

  • Taman Beringin

  • Taman Adipura Malomba

  • Taman Sangkareang

  • Taman Mayura

Sabtu, 29 November 2014
Pengaduan Masyarakat melalui SMS Center kirim ke Nomor 0811388444; khusus pengaduan Pelayanan Publik mengunakan format Ketik PUBLIK#isi pengaduan dan kirim ke Nomor 0811388444
  1. Halaman
  2. 1
  3. 2
  4. 3
  5. 4
WISATA RELIGI

Barisan Masjid di Kota Mataram

Selain terkenal dengan keindahan pesona alam,wisata dan budayanya, pulau lombok juga dikeanl denga sebutan pulau seribuan massjid. Dijuluki pulau seribuan masjid karena di pulau ini terdapat ribuan diketuhui hingga saat ini karena hampir tiap tahun dapat dipastikan ada saja pembangunan masjid baru yang dilakukan. Alasan lain mengapa pulau ini juluki pulau seribuan masjid karena jika anda berkunjung ke pulau lombok, maka mata anda senantiasa disuguhi banyaknya bangunan masjid mulai dari ruas-ruas jalan uatama hingga ke dalam kampung-kampung.

Selain itu, hubungan sosial dan psikologis masyarakat di pulau ini masih mengutamakan pentingnya ibadah dan media yang digunakan untuk ibadah, dalam hal ini tentunya keberadaan masjid dalam kehidupan beribadah sehari-hari. Hampir seluruh masyarakat yang ada menganggap bahwa membangun masjid adalah hal yang penting untuk dilakukan, termasuk m erawat dan melakukan renovasi. Tidak heran, kampung-kampung tertentu dengan bentuk-bentuk rumah yang sederhana, bahkan penghasilan warganya yang masih minnim terdapat masjid yang berdiri dengan hari dengan aktivitas ibadahnya yag meliputi media untuk ibadah tersebut.

Begitupun anda mengunjungi kota mataram,jumlah ibadah umat muslim ini sangat mudah anda jumpai di ruas-ruas jalan utama hingga di daerah-daerah perkampungan. Bisa dikatakan bahwa hampir setap kampung memiliki satu buah masjid. Bahkan terdapat beberapa kampung yang memiliki lebih dari satu masjid. Seperti masjid raya AT-TAQWA yang terletak bersebelahan dangan isislamic center nusa tenggara barat.

Masjid-majid yang ada dibangun secara ssukarela oleh masyarakat atu warga sekitarnya, termasuk biaya yang digunakan untuk mendirikan masjid pun berasal dari iuran warga sekitar. Iuran tersebut ada yang diberikan secara berkala seperti sebulan sekali atau biasanya dengan melakukan kotak amal jalan. Kotak amal jalan biasanya dilakukan dengan cara dibawa keliling kampung oleh anak-anak  kecil dan remaja kamudian dengan mendatangi rumah-rumah warga secara bergiliran.

Pembangunan masjid umumnya dilakukan secara bertahap. Sehingga jika dana yang terkumpul terasa cukup oleh warga, maka pembangunan masjid segera dilakukan disamping erkenal dengan jumlahnya yang banyak, masjid-masjid yang terdapat dikota mataram dan sekitarnya juga memiliki corak dan bentuk-bentuk bangunan yang beragam. Mulai yang bernuansakan tradisional hingga medern. Selain itu, jika anda melakukan kunjungan ke perkampungan terkecil sekalipun, maka anda akan dibuat terkagum-kagum dengan keberadaan masjid yang meneduhkan setiap mata yang melihat. Mulai dari kebersihannya, kerapian pembangunan hingga corak yang sangat indah.

Karena itu, wisatawan yang datang selain mangunjungi da menikmati keindahan alam di kota ini, mereka juga kerap melakukan wisata yang bernuansa religi dangan mengunjungi masjid-masjid yang ada. Bukan hanya wisatawan lokal saja, namun masjid-masjid yang ada dikota mataram juga sering dikunjungi oleh wisatawan dari mancanegara.

Bagi anda yang menggemar berpergian dan melakukan perjalanan wisata, ada baiknya menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi dikota ini. Selain menikmati keindahan bangunan masjid dan arsitekturnya, anda juga bisa melihat dan mengamati bagaimana hangatnya hubungan sosial masyarakatnya. (Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, Buku : Ayo ke Mataram)